• Sabtu, 20 Agustus 2022

Pengembangan Ekonomi Syariah ButuhStrategi dan Inovasi

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 06:30 WIB
Festival Ekonomi Syariah Sumatera 2022
Festival Ekonomi Syariah Sumatera 2022

SABAKOTA.ID JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menegaskan bahwa diperlukan inovasi serta kreativitas dalam mengembangkan perekonomian syariah.

Dikatakan oleh Dody, jika mampu melakukannya (meningkatkan inovasi) maka tidak akan susah untuk melompat ke ekonomi syariah tersebut.

"Menatap ke depan, kebijakan ekonomi keuangan syariah ini akan menentukan strategi pengembangan tersendiri yang perlu inovatif dan tentunya perlu kreativitas kita," katanya, di Banda Aceh, Kamis (4/8/2022) malam.

Pernyataan Dody itu disampaikan saat memberikan sambutannya pada pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2022 yang berlangsung di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. 

Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Resmi Naik Per 3 Agustus 2022, Berikut Daftar Harganya

Dikatakan lebih lanjut bahwa perlu mengembangkan ekonomi syariah dalam kaitan mengatasi masalah ekonomi saat ini, khususnya inflasi, juga bagaimana mendorong digitalisasi sebagai upaya pengembangan ekonomi syariah tersebut.

Bank Indonesia, menurut Dody, memiliki program tiga pilar bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNKS).

Pertama, melakukan langkah untuk pemberdayaan ekonomi syariah. Kemudian, kedua, bagaimana meningkatkan keuangan syariah dan ketiga menguatkan kegiatan edukasi, riset kemudian juga assesment terkait dengan ekonomi keuangan syariah.

"Ketiga ini menjadi penting bagi semua, ternyata kalau kita survei masih rendah literasi kita terhadap ekonomi keuangan syariah, kita tidak tahu apa itu yang harus kita kembangkan dengan ekonomi syariah," katanya.

Baca Juga: Ketegangan AS dan Tiongkok Berdampak Jatuhnya Wall Streets

IMenurut Dody, pilar tersebut sebenarnya Bank Indonesia ingin melihat secara fokus, dan menargetkan pada lima sektor yakni makanan halal, kedua mengenai halal fashion, pariwisata halal, pertanian dan terakhir sektor energi terbarukan.

"Lima sektor ini yang sekarang didorong oleh Bank Indonesia, tentunya bersama dengan kementerian terkait oleh kantor-kantor Bank Indonesia di seluruh daerah, intinya adalah kita harus membangun suatu ekosistem atau rantai dari ekonomi syariah," katanya.

Ia menambahkan dalam Festival Ekonomi Syariah 2022 ini pihaknya akan melihat apa saja yang bisa dibantu oleh ekonomi syariah terkait dengan masalah ketahanan pangan pangan.

Baca Juga: Harga Batu Bara Naik Jadi 321,59 Dolar AS Per Ton Akibat Situasi Pasokan Gas di Eropa

"Mudah-mudahan dalam jangka pendek ini melalui kegiatan apapun juga, baik itu pengembangan ekonomi pesantren maupun UMKM syariah ini bisa terus mendorong ekonomi syariah," katanya.

Pihaknya mengharapkan penyelenggaraan FESyar Sumatera ini dapat berlangsung dengan lancar dan sukses, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi keuangan syariah di Indonesia.**

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Harga MinyakJatuh, Dibayangi Resesi Ekonomi Global

Rabu, 17 Agustus 2022 | 08:01 WIB

Wall Street Menguat Menyusul Inflasi AS yang Melambat

Kamis, 11 Agustus 2022 | 08:00 WIB

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Signifikan

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:00 WIB

Tungguk Tembakau Awali Panen di Lereng Merbabu

Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:33 WIB

Harga Emas Kembali Menguat 30,5 Dolar AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 07:08 WIB
X