• Selasa, 31 Januari 2023

Tiongkok Akan Impor 1 Juta Ton CPO dari Indonesia

- Sabtu, 12 November 2022 | 05:39 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Kontrak Dagang Indonesia dan Tiongkok di kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (11/11/2022)
Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Kontrak Dagang Indonesia dan Tiongkok di kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (11/11/2022)

SABAKOTA.ID JAKARTA - Pelaku Usaha Indonesia dan Tiongkok menandatangani nota kesepahaman kerja sama perdagangan dan kontrak dagang  produk pertanian dan perikanan .

Penandatanganan dilakukan pelaku usaha Tiongkok binaan  Kamar Dagang dan Industri China. Sedangkan pelaku usaha Indonesia yang melakukan penandatanganan adalah 4  asosiasi kelapa sawit, yaitu GAPKI, GIMNI, AMMI dan APOLIN. Serta 4 asosiasi perikanan yaitu APSI, APRI, ARLI dan ARDI (asosiasi produk perikanan, rajungan, rumput laut dan demersal )

“Penandatanganan ini merupakan realisasi pertemuan bilateral kedua kepala negara, Presiden Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping bulan Juli kemarin. Tiongkok berkomitmen mengimpor 1 juta ton CPO dan produk perikanan dari Indonesia,” kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat acara penandatanganan, Jumat (11/11/2022).

Baca Juga: Potensi Cadangan Minyak dan Gas Ditemukan di Sumetera Selatan

Pada kesempatan itu, Zulkifli juga menyampaikan harapannya, pemerintah Tiongkok memberikan kemudahan bagi produk Indonesia masuk ke pasar Tiongkok. Sebagai wujud untuk meningkatkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan antara kedua negara.

Direktur Eksekutif Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI)  Sahat Sinaga menilai positif penandatanga nota kesepahaman dan kontrak kerja dengan Tiongkok. Menurutnya, kondisi global yang makin rumit tahun depan, membuat Tiongkok harus mendapatkan jaminan pasokan minyak nabati untuk keperluan industrinya.

Baca Juga: Investasi di Jawa Tengah Meningkat Pesat. Tahun 2022 Capai Rp44,99 Triliun

“Kebutuhan domestik kita cuma 35 persen dari total produksi minyak nabati. Selebihnya diekspor ke banyak tujuan. Tiongkok sebagai partner dagang kita yang besar, merekalah yang menjadi prioritas,” kata Sahat.

Pada kesempatan yang sama juga ditandatangani 16 kontrak dagang pembelian 2,5 juta ton produk minyak sawit dan turunannya senilai 2,6 miliar dolar AS.  Kontrak dagang ini dilakukan antara 13 buyer asal Tiongkok dengan sembilan pelaku usaha Indonesia.**

Halaman:

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

Tags

Terkini

Presiden Bersyukur IHSG di Indonesia Tumbuh Positif

Selasa, 3 Januari 2023 | 07:23 WIB

Bapanas Usul Beras Komersil Bulog Dialihkan ke CBP

Jumat, 9 Desember 2022 | 06:35 WIB
X