• Senin, 23 Mei 2022

Presiden Kazakhstan Sebut Kerusuhan Didukung Gembong Teroris Internasional

- Senin, 10 Januari 2022 | 21:07 WIB
Kassym-Jomart Tokayev beri indikasi kerusuhan di Kazakhstan didukung gembong teroris internasional./twitter.com/tokayevkz
Kassym-Jomart Tokayev beri indikasi kerusuhan di Kazakhstan didukung gembong teroris internasional./twitter.com/tokayevkz
 
 
SABAKOTA.ID - Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, memastikan pasukan pengamanan sudah mulai mengendalikan situasi pasca kerusuhan. Menurutnya, kerusuhan tersebut didalangi gembong teroris internasional dan bertujuan melakukan kudeta.
 
Kerusuhan di Kazakhstan pecah pada 2 Januari 2022 lalu. Awalnya, kerusuhan dipicu oleh meroketnya harga minyak dan gas bumi. Harga kedua kebutuhan pokok tersebut meningkat tajam karena pemerintah Kazakhstan mencabut kebijakan subsidi.
 
Akan tetapi, kerusuhan malah menjadi aksi protes terhadap para petinggi pemerintahan Kazakhstan. Masa anggota protes bahkan sempat menduduki Istana Kepresiden Kazakhstan sebelum ditangani pasukan pengamanan yang dibantu tentara kiriman Rusia atas perintah Vladimir Putin.
 
 
"Bersembunyi di balik gelombang protes, kerusuhan pecah. Lalu, tujuan mereka jelas ingin merusak tatanan konstitusional dan berusaha merebut kekuasaan. Kita bicara mengenai upaya kudeta," jelas Kassym-Jomart Tokayev.
 
Hal senada juga diungkapkan Kementerian Luar Negeri Kazakhstan. Dalam rilis resminya, Kemenlu Kazakhstan menyadari kehadiran kelompok teroris berpengalaman di tengah-tengah aksi protes.
 
 
Kini, pasukan pengamanan gabungan tentara Kazakhstan dan Rusia telah mengamankan ribuan pelaku kerusuhan. Pasukan Rusia pun akan ditarik Vladimir Putin ketika pihak militer Kazakhstan sudah benar-benar memegang kontrol.
 
"Kontingen pasukan pengamanan CSTO telah dikirim ke Kazakhstan. Saya ingin menegaskan hal ini, mereka akan berada di sana untuk waktu terbatas," jelas Putin.
 
 
"Tentu saja kami menyadari kejadian di Kazakhstan bukan yang pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir dalam upaya merusak urusan rumah tangga negara-negara sekutu kami," katanya menambahkan.**
 

Editor: Otang Fharyana

Sumber: Gulf Today

Tags

Terkini

X