• Senin, 23 Mei 2022

Jepang Perintahkan Warganya Jauhi Pesisir Pantai. Letusan Gunung api di Tonga dapat Picu Tsunami

- Minggu, 16 Januari 2022 | 13:51 WIB
Ilustrasi tsunami. /Pexels.com/George Desipris/pikiran-rakyat.com
Ilustrasi tsunami. /Pexels.com/George Desipris/pikiran-rakyat.com
SABAKOTA.ID -  Jepang terkena dampak wilayah pesisirnya  dihantam tsunami akibat meletusnya gunung berapi bawah laut  di Tonga, Minggu 16 januari 2022 pagi. 
 
Kondisi tersebut membuat Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami dan lebih dari 210.000 warga di 7 perfektur  menjauh dari pantai.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan tsunami 3 meter mungkin melanda beberapa pulau barat daya Jepang termasuk Pulau Amami serta prefektur timur laut Iwate.
 

Tsunami 1,2 meter diamati di kota Amami sesaat sebelum Sabtu tengah malam, sementara tsunami 1,1 meter tiba di Prefektur Iwate pada pukul 2:26 pagi hari Minggu.

Menurut badan tersebut, tsunami kecil kurang dari 1 meter diamati di wilayah yang luas dari pantai Pasifik negara itu dari Hokkaido ke Kyushu dan Okinawa.

Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang mengatakan setidaknya 210.000 orang - Aomori, Iwate, Miyagi, Chiba, Kochi, Miyazaki dan Kagoshima, diminta  menjauhkan diri dari pantai.
 

Dikutip dari KyodoNews, selama konferensi pers Minggu (16/1/2022) pagi, seorang pejabat badan cuaca meminta penduduk pantai Pasifik Jepang  menjauh dari daerah tepi laut sampai peringatan dan nasihat dicabut. Jepang mencatat  beberapa gelombang tsunami mungkin datang.

Setelah peringatan tsunami dan nasihat dari badan tersebut, pemerintah mendirikan kantor penghubung di kantor perdana menteri untuk mengumpulkan informasi.

Peringatan tsunami terakhir dikeluarkan di Jepang pada November 2016, setelah gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang timur laut Jepang.
 

Sehari sebelumnya, gunung berapi bawah laut, Hunga Tonga-Hunga Ha’apai di Tonga meletus Sabtu (15/1) memicu gelombang tsunami yang melanda ibu kota Tonga dan ibu kota Samoa Amerika.

Dikutip dari BBC dan dilansir RRI.Co.Id, letusan gunung api dahsyat terdengar di penjuru kawasan Pasifik Selatan, bahkan hingga Australia dan Selandia Baru.

Ibu kota Tonga, Nuku’alofa, berada di pulau utama Tonga, Tongatapu, hanya 65 km di utara gunung api tersebut. Nuku’alofa.
 

Biro Meteorologi Australia melaporkan erupsi dahsyat terjadi sekitar pukul 17.10 waktu setempat dan menyebabkan gelombang tsunami setinggi 1,2 meter di Nuku’aloffa.

Sementara, menurut Pusat Peringatan Tsunami Pasifik, gelombang tsunami yang terpantau di Nuku’alofa setinggi 83 cm.

Tsunami yang menghantam ibu kota Samoa Amerika, Pago Pago, mencapai tinggi 60 cm.
 

Foto dan video yang beredar di media sosial, menunjukkan gelombang tsunami menghantam pesisir, pagar, pepohonan, hingga rumah-rumah warga.

Aktivitas gunung api bawah laut itu sudah meningkat sejak Jumat (14/1). Pusat Geologi Tonga mengabarkan, saat itu gunung memuntahkan abu dan material vulkanik setinggi 20 km ke udara.
 

Fiji, yang berlokasi 800 km dari Tonga, juga mengeluarkan peringatan tsunami dan meminta masyarakat untuk menjauhi pantai. Ombak yang tinggi dan arus laut yang kuat saat ini terpantau di Fiji.

Badan Pengelolaan Kedaruratan Selandia Baru, juga mengeluarkan peringatan potensi aktivitas tsunami di wilayah pesisir utara dan timur.
 

Termasuk Australia, juga mengeluarkan peringatan tsunami di pesisir timur dan Pulau Tasmania, yang berlokasi di selatan Australia.

Selandia baru berjarak 2.300 km dari Tonga. Smenetara Australia berjarak hampir 4.000 km dari Tonga.  **

 
 
 
 
 

Editor: Otang Fharyana

Sumber: rri.co.id

Tags

Terkini

X