• Minggu, 27 November 2022

Kremlin Akui Kekalahan Tentara Rusia di Kharkiv

- Jumat, 16 September 2022 | 08:43 WIB
Tentara Rusia
Tentara Rusia

SABAKOTA.ID JAKARTA - Kremlin melindungi Presiden Vladimir Putin dengan mengakui kekalahan Rusia di Kharkiv, Ukraina. Seperti dilaporkan Newsweek, Rabu (14/9/2022), Institute for the Study of War (ISW) menilai langkah Kremlin dimaksudkan untuk melindungi Presiden Vladimir Putin dari tanggung jawab.

Lembaga kajian AS menulis dalam penilaian kampanye 13 September bahwa Kremlin dan pakar media pemerintah sekarang "secara ekstensif mendiskusikan" mengapa Rusia menghadapi kerugian di Kharkiv.

“Pengakuan Kremlin atas kekalahan itu adalah bagian dari upaya untuk mengurangi dan menangkis kritik atas kegagalan yang menghancurkan dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan ke Kementerian Pertahanan Rusia (MoD) dan komando militer berseragam,” tulis ISW.

Serangan balasan kejutan Ukraina di Kharkiv terjadi saat perhatian terfokus pada dorongan lain yang relatif baru untuk merebut kembali wilayah di wilayah Kherson selatan, tempat kekalahan Rusia juga dilaporkan.

Baca Juga: Presiden Putin dan Presiden Jinping akan Bertemu di Uzbekistan

Selama akhir pekan, Jenderal Valeriy Zaluzhnyi, komandan militer Ukraina, mengatakan dalam satu pesan Telegram bahwa pasukan Ukraina telah mendorong ke dalam jarak 50 kilometer, sekitar 30 mil, dari perbatasan Ukraina-Rusia di Kharkiv.

Kementerian Pertahanan Rusia awalnya membingkai berita tentang mundurnya Rusia di daerah itu sebagai pengelompokan kembali pasukannya ke wilayah Donetsk timur, meskipun seorang duta besar Ukraina mengejek penjelasan itu di Twitter dengan video ayam-ayam yang melarikan diri.

Menurut ISW, diskusi tentang kerugian Rusia di Kharkiv sangat penting karena menandai pertama kalinya Rusia secara terbuka mengakui kekalahan dalam perang yang sedang berlangsung.

Ketika Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, Rusia memfokuskan serangannya ke Kyiv tetapi kemudian memulai fase baru perang pada bulan April yang berpusat di wilayah Donbas timur setelah gagal merebut ibu kota.

Halaman:

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Berita Satu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Malam Halloween di Seoul Tewaskan 151 Orang

Minggu, 30 Oktober 2022 | 18:55 WIB

Bill Gates Dukung Transformasi Kesehatan di Indonesia

Minggu, 25 September 2022 | 07:03 WIB
X