• Selasa, 31 Januari 2023

Berbicara di PBB, Menlu RI Usung Paradigma Kolaborasi Atasi Tantangan Global

- Selasa, 27 September 2022 | 13:16 WIB
Menlu RI Retno LP Marsudi saat berbicara di Sidang Majelis Umum PBBdi
Menlu RI Retno LP Marsudi saat berbicara di Sidang Majelis Umum PBBdi

SABAKOTA.ID JAKARTA - Indonesia menyerukan perlunya tatanan dunia yang berdasarkan paradigma kolaborasi dalam menghadapi tantangan global. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, saat berbicara di Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-77, di New York, Amerika Serikat, Senin (26/09/2022) pagi waktu setempat.

“Indonesia menawarkan tatanan dunia yang berbasis paradigma baru. Paradigma win-win, bukan zero-sum. Paradigma merangkul, bukan mempengaruhi (containment). Paradigma kolaborasi, bukan kompetisi. Ini adalah solusi tansformatif yang kita butuhkan,” ujar Retno.

Retno mengungkapkan, kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan di tengah pandemi yang berkepanjangan, ekonomi dunia yang masih kelam, perang yang bukan lagi sebuah kemungkinan tapi sebuah kenyataan, dan pelanggaran terhadap hukum internasional yang telah menjadi norma untuk kepentingan sebagian.

“Krisis pun datang silih berganti, dari pangan, energi, hingga perubahan iklim. Seharusnya dunia bersatu untuk mengatasinya, namun sayangnya, dunia justru terbelah, sehingga menyulitkan kita berupaya mengatasi kondisi ini,” ujarnya.

Baca Juga: AS Peringatkan Rusia Soal Konsekuensi Mengerikan Jika Luncurkan Serangan Nuklir di Ukraina

Lebih lanjut, Retno pun memaparkan sejumlah alasan pentingnya paradigma baru ini. Pertama, untuk menyalakan kembali spirit perdamaian.

Retno memandang, kurangnya kepercayaan antarnegara (trust deficit) memicu kebencian dan ketakutan, sehingga dapat berujung pada konflik. Hal ini terjadi di berbagai belahan dunia. Untuk itu, trust deficit harus diubah menjadi kepercayaan strategis (strategic trust).

“Ini harus diawali dengan penghormatan terhadap hukum internasional. Prinsip kedaulatan dan integritas wilayah tidak bisa ditawar. Prinsip-prinsip ini harus senantiasa ditegakkan. Penyelesaian masalah secara damai harus menjadi satu-satunya solusi untuk setiap konflik,” ujarnya.

Menlu menambahkan, paradigma baru ini juga harus diterapkan untuk membuat terobosan dalam mengatasi isu Palestina dan Afghanistan.

Halaman:

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Setkab RI

Tags

Terkini

Hotel dan Kasino Terbakar, 10 Orang Tewas Terpanggang

Jumat, 30 Desember 2022 | 06:37 WIB

Badai Salju Serang Amerika, 50 Orang Dilaporkan Tewas

Rabu, 28 Desember 2022 | 05:41 WIB

Diguyur Hujan Lebat, Makkah Banjir Bandang

Selasa, 27 Desember 2022 | 07:31 WIB

Kecelakaan Pesawat di Laut Yunani, Seorang WNI Tewas

Sabtu, 17 Desember 2022 | 17:14 WIB
X