• Senin, 23 Mei 2022

Hakim Itong Protes! Tolak Tuduhan Dirinya saat Konferensi Pers di KPK

- Jumat, 21 Januari 2022 | 08:23 WIB
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan kasus OTT yang melibatkan hakim PN Surabaya, panitera dan pengacara . ( tangkapan layar youtube KPK RI)
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan kasus OTT yang melibatkan hakim PN Surabaya, panitera dan pengacara . ( tangkapan layar youtube KPK RI)

 

SABAKOTA.ID - Tersangka tindak pidana korupsi suap pengurusan perkara di PN Surabaya, hakim Itong Isnaeni Hidayat menolak tuduhan terhadap dirinya.

Dalam konferensi pers yang digelar  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis 20 Januari 2022, Itong sempat memberontak saat pengumuman tersangka dibacakan oleh Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

Itong tiba-tiba membalikkan badannya saat dibacakan statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dalam penanganan perkara di Pengadilan Negeri Surabaya. Usai membalik badan, Itong langsung membantah dirinya terlibat.
 

"Maaf ini tidak benar, saya tidak pernah menjanjikan apapun. itu omong kosong!" kata Itong di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, (20/1/2022).

Petugas pengamanan langsung menghampiri Itong. Itong langsung diminta tenang dan membalikkan badannya kembali sampai konferensi pers selesai.

KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka hakim Itong Isnaeni Hidayat, Panitera Pengganti Hamdan, dan Pengacara Hendro Kasiono.
 

Dalam kasus ini, Hendro merupakan tersangka pemberi suap. Sementara itu, Itong, dan Hamdan merupakan tersangka penerima suap dalam kasus ini.

KPK menyita uang Rp140 juta sebagai barang bukti dari pemufakatan jahat mereka. Uang itu merupakan tanda jadi awal agar Itong memenuhi keinginan Hendro terkait permohonan pembubaran PT Soyu Giri Primedika.

Atas perbuatannya Hendro disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 

Sementara itu, Itong, dan Hamdan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. **

Editor: Otang Fharyana

Sumber: YouTube KPK RI

Tags

Terkini

Presiden Joko Widodo Kembali ke Tanah Air

Selasa, 17 Mei 2022 | 06:56 WIB
X