• Selasa, 31 Januari 2023

Kenapa Biaya Haji Naik? Ini Penjelasannya

- Rabu, 25 Januari 2023 | 11:11 WIB
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief

SABAKOTA.ID JAKARTA - Kemenag mengusulkan BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) tahun ini naik dibanding 2022. Kenaikannya sebesar Rp514.888,02. Sebab, rata-rata BPIH yang diusulkan tahun ini adalah Rp98.893.909,11. Sementara rerata BPIH 2022 sebesar Rp98.379.021,09.

Lantas, kenapa BPIH yang dibayar jemaah dalam usulan pemerintah justru naik? 

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menjelaskan bahwa itu terjadi karena perubahan skema prosentase komponen BPIH dan Nilai Manfaat. Pemerintah mengajukan skema yang lebih berkeadilan dengan komposisi 70% BPIH dan 30% nilai manfaat.

Baca Juga: Atasi Kemiskinan Ekstrem dengan Buka 800 Lowongan Kerja Baru

"Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar nilai manfaat yang menjadi hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk yang masih mengantre keberangkatan, tidak tergerus habis," terang Hilman Latief di Jakarta, Sabtu (21/1/2023). 

Menurutnya, pemanfaatan dana nilai manfaat sejak 2010 sampai dengan 2022 terus mengalami peningkatan. Pada 2010, nilai manfaat dari hasil pengelolaan dana setoran awal yang diberikan ke jemaah hanya Rp4,45 juta.

Sementara BPIH yang harus dibayar jemaah sebesar Rp30,05 juta. Komposisi nilai manfaat hanya 13%, sementara BPIH 87%. 

Baca Juga: Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang Diminta Perhatikan Bocah Pintar Archangels Hendrik Meo Tnunay

Dalam perkembangan selanjutnya, komposisi nilai manfaat terus membesar menjadi 19% (2011 dan 2012), 25% (2013), 32% (2014), 39% (2015), 42% (2016), 44% (2017), 49% (2018 dan 2019).

Halaman:

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Kementrian Agama RI

Tags

Terkini

Kenapa Biaya Haji Naik? Ini Penjelasannya

Rabu, 25 Januari 2023 | 11:11 WIB
X