• Selasa, 31 Januari 2023

Duel Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Berakhir Rusuh, 127 Orang Meninggal Dunia

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:54 WIB
Supporter Arema FC merangsek ke dalam lapangan usai pertandingan antara Arema FC vs Persebaya. Insiden tersebut membuat jatuhnya korban jiwa sebanyak 127 orang, Sabtu 1 Oktober 2022. (pikiran rakyat)
Supporter Arema FC merangsek ke dalam lapangan usai pertandingan antara Arema FC vs Persebaya. Insiden tersebut membuat jatuhnya korban jiwa sebanyak 127 orang, Sabtu 1 Oktober 2022. (pikiran rakyat)

SABAKOTA.ID MALANG-Sebanyak 127 orang meninggal dunia dalam kerusuhan usai pertandingan BRI Liga 1 2022/2023, Derbi Jawa Timur  yang mempertemukan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022. Selain supporter, dua orang poilisi juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

34 orang meninggal di dalam stadion sedangkan lainnya tidak tertoloing jiwanya saat sedang dilakuakn pertolongan. Korban berjatuhan karena saling terinjak injak usai polisi menyemprotkan gas air mata. Selain korban jiwa sejumlah kendaraan juga mengalami kerusakan dalam insiden tersebut.

Peristiwa itu bermula usai pertandingan yang dimenangkan Persebaya dengan skor 3-2, supporter Arema merangsek masuk ke lapangan. Pemain Persebaya yang berjalan meninggalkan lapangan dan menuju kamar ganti dilempari dengan botol air mineral oleh para Aremania sehingga mereka harus dilindungi dan diselamatkan ke ruang ganti.

Baca Juga: Arsenal Tumbangkan Tottenham Hotspur 3-1 di Derbi London Utara

Pemain Arema FC yang masih berada di dalam lapangan pun tidak luput dari sasaran. Mereka juga diserbu oleh para supporter yang merasa kecewa karena timnya mengalami kekalahan.

Jumlah supporter Arema FC yang masuk ke lapangan semakin banyak dan situasi menjadi tidak terkendali. Mereka merusak fasilitas di dalam stadion. Petugas keamanan yang terdiri dari Polisi dan TNi berusaha menghalau tindakan brutal tersebut, namun karena jumlahnya tidak imbang, petugas pun kewalahan.

Polisi akhirnya menembakkan gas air mata untuk menghalau para supporter yang anarkis. Tindakan itu membuat supporter banyak yang mengalami sesak nafas dan saling terinjak hingga mengakibatkan jatuh korban.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Niko Afinta dalam jumpa pers, Minggu 2 Oktober 2022 dini hari tadi mengatakan penggunaan gas air mata itu karena supporter Arema FC sudah bertindak anarkis dan membahayakan keselamatan pemain dan official.

Baca Juga: Derby Manchester : Red Devils Atau The Citizen Yang Tersungkur ?

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," katanya.**

Halaman:

Editor: Agus Hidayat

Sumber: Keterangan pers

Tags

Terkini

X