• Sabtu, 20 Agustus 2022

Dapat Laporan 54 WNI Jadi Korban TPPO di Kamboja, Ganjar Langsung Bertindak Cepat

- Jumat, 29 Juli 2022 | 08:41 WIB
Ilustrasi TPPO
Ilustrasi TPPO
 
SABAKOTA.ID SEMARANG - Informasi tentang adanya 10 warga asal Jawa Tengah yang jadi koran Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja langsung direspon cepat oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.
 
Informasi adanya TPPO di Kamboja itu diketahui oleh Ganjar melalui akun instagramnya @ganjar_pranowo. Dalam aku tersebut terdapat warga yang melaporkan kejadian TPPO itu.
 
Akun @angelinahui97 melaporkan  adanya penyekapan 54 WNI di Kamboja yang 10 diantaranya adalah warga asal Jawa Tengah.
 
Melalui unggahan itu, dia minta tolong kepada Ganjar agar masalah itu bisa mendapatkan perhatian pemerintah.
 
 
Melalui akun media sosial Instagram @ganjar_pranowo, Ganjar memerintahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng untuk melakukan pengecekan, Rabu (27/7/2022)

"Segera cek @nakertrans.provjateng," perintah Ganjar.
 
Perintah dari Ganjar itu langsung ditindaklanjuti Disnakertrans Provinsi Jateng dengan mengecek ke pihak terkait.
 
 
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari mengimbau masyarakat agar mewaspadai berbagai praktik penipuan kerja seperti yang menimpa puluhan warga negara Indonesia di Kamboja.

"Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati jika ingin berangkat kerja ke Kamboja karena berdasarkan informasi dari Dubes RI untuk Kamboja, sepanjang tahun ini saja sudah ada 260 WNI yang mengadu tertipu dan nampaknya jumlah itu akan bertambah," katanya di Semarang, Kamis (28/7/2022) sebagaimana dikutip Antara Jateng.

Terkait dengan kasus penyekapan 54 WNI di Kamboja, Disnakertrans Jateng hingga saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Kedubes RI di Kamboja.
 
"Pemantauan terus dilakukan karena pihak Kemenlu dan Kedubes RI di Kamboja sedang bekerja. Kami pantau terus dan koordinasi aktif, kami harap kawan-kawan TKI yang di sana baik-baik saja," ujarnya.

Sakina mengungkapkan bahwa dari data sementara ada warga Jateng yang menjadi korban dugaan penyekapan itu, setidaknya ada 10 warga asal Jateng yang berada dalam rombongan.

"Yang dari Jateng ada 10 orang, tapi kami update terus dan komunikasi dengan mereka untuk memastikan mereka aman," katanya.**
 
 

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

X