• Sabtu, 20 Agustus 2022

Ketua Komisi A DPRD Wonosobo Suwondo : Lulusan Pendidikan Kesetaraan Jangan Minder

- Minggu, 31 Juli 2022 | 18:44 WIB
Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo yudistiro, saat menyampaikan penghargaan kepada wisudawan terbaik
Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo yudistiro, saat menyampaikan penghargaan kepada wisudawan terbaik
 
SABAKOTA.ID WONOSOBO - Pondok Pesantren Salafiyah Al Husna, Desa Kuripan, Kecamatan Watumalang hari ini Minggu (31/7/2022), bertempat di aula Ponpes Salafiyah Al Husna, mewisuda 44 peserta pendidikan kesetaraan Wustha (setingkat SLTP) dan Ulya (setingkat SLTA).
 
Mereka yang diwisuda terdiri dari 13 orang peserta kesetaraan tingkat Wustho dan 33 orang peserta kesetaraan tingkat Ulya.
 
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Husna Kyai Ahmad Mubarok dalam sambutannya mengatakan bahwa wisuda tahun ini merupakan wisuda angkatan ke empat.
 
 
Dikatakan oleh Ahmad Mubarok bahwa tujuan pembukaan pembelajaran kesetaraan kejar paket B (Wustho) dan Paket C (Ulya) ini adalah untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah di Kabupaten Wonosobo, mengingat saat ini tingkat pendidikan di Kabupaten Wonosobo masih cukup rendah.
 
Selain itu pembelajaran kesetaraan itu juga ditujukan untuk memberikan tambahan materi tambahan berupa pembelajaran agama Islam. Tentu hal ini menjadi nilai lebih bagi alumni kesetaraan di Pondok Al Husna.
 
Hadir dalam acara  tersebut Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo, H. Suwondo Yudhistiro, S.Sos, M.Ag, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesatren Kemenag Wonosobo H. Fakih Husni, S.Ag, M.S.I, para pengajar dan para tokoh masyarakat setempat.
 
 
Dalam pengarahannya Suwondo Yudhistiro mengucapkan selamat dan  mengapresiasi atas wisuda program kesetaraan Wustha dan Ulya di Ponpes Salafiyah Al Husna ini.
 
Suwondo juga  meminta agar masyarakat harus bergotong-royong untuk meningkatkan taraf pendidikan masyarakat yang saat ini masih tergolong rendah di Eks Karesidenan maupun di Jawa Tengah.
 
"Melalui pembelajaran kesetaraan di sini maka masyarakat yang dulunya belum punya kesempatan untuk menempuh pendidikan dasar atau pendidikan menengah, sekarang dapat melanjutkan  pendidikannya melalui jalur kesetaraan dengan mudah, "kata Suwondo.
 
 
Ditegaskan oleh Suwondo bahwa pendidikan non formal ini kelulusannya diakui setara oleh pemerintah sehingga bisa melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi maupun sebagai persyaratan formal ke dunia kerja.
 
"Oleh sebab itu, para alumni program kesetaraan tidak perlu minder.  Alumni kesetaraan harus punya rasa percaya diri yang tinggi dan siap bersaing dengan lulusan sekolah formal," sanjung Suwondo dengan gaya orasinya yang mantap.
 
 
Dalam acara wisuda kesetaraan ini juga diberikan penghargaan  kepada siswa-siswi terbaik tingkat Wustha dan tingkat Ulya yang diserahkan oleh Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kab. Wonosobo dan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo.
 
Peserta kesetaraan yang mendapatkan penghargaan siswa-siswi berprestasi untuk tingkat Wustha untuk peringkat  pertama  diberikan kepada Ratiman, peringkat kedua kepada Sumarno Toso dan peringkat ketiga diberikan kepada Sarwoko.
 
Sedangkan untuk tingkat Ulya peringkat pertama diberikan kepada Eva Audina, peringkat kedua diberikan kepada Amin Purnomo dan peringkat tiga diberikan kepada Suryati.**

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Pers Rilis

Tags

Terkini

X