• Sabtu, 20 Agustus 2022

Musim Agustusan, Penjual Bendera dan Umbul Umbul Asal Garut "Mremo" di Wonosobo

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:22 WIB
Dudung Juhara, salah satu penjual bendera merah putih asal Garut yang ikut mengais rezeki di Wonosobo. (agus hidayat)
Dudung Juhara, salah satu penjual bendera merah putih asal Garut yang ikut mengais rezeki di Wonosobo. (agus hidayat)

SABAKOTA.ID- Nuansa peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia semakin terasa. Dalam beberapa waktu terakhir sudah bermunculan penjual bendera dan umbul umbul di sepanjang jalan di Wonosobo. Mulai dari pinggiran hingga di dalam kota.

Salah satunya adalah Dudung Juhara (54) penjual asal Leles Garut Jawa Barat yang sudah membuka lapaknya di depan Kantor Gardu Induk PLN Wonosobo. Dia mulai berjualan sejak pertengahan bulan Juli, karena mendekati Hari Jadi Kabupaten Wonosobo.

Sudah delapan tahun Dudung berjualan bendera di Wonosobo dan lokasi jualannya pun tetap ajeg di lokasi itu. Mulai pukul 06.30 WIB dia sudah menata dagangannya hingga tutup pada pukul 18.00 WIB.

Baca Juga: Mengenal Yanma Polri, Tempat Baru Irjen Ferdy Sambo Usai Dicopot Sebagai Kadiv Propam

Rata rata dalam satu hari dia berhasil menjual 300 bendera dan umbul umbul berbagai ukuran. Menurutnya tahun ini yang terlaris adalah umbul umbul, yang dihargai Rp.45 ribu per buah. Sedangkan bendera dan rontek tahun ini justru agak sepi penjualannya.

“ Biasanya minggu minggu ini puncak keramaian pembeli. Tanggal 14 Agustus biasanya saya sudah habis dagangannya dan pulang ke Garut,” kata Dudung saat ditemui di tempat jualannya, Jum’at 5 Agustus 2022.

Dikatakan bahwa rata rata para penjual bendera yang ada di Wonosobo berasal dari satu kecamatan di garut, hanya mereka berbeda beda kampungnya.

Baca Juga: Dengar Anaknya Tertipu Rp.10 Miliar, Ayah Jessica Iskandar Dirawat di Rumah Sakit

Selama musim Agustusan ini, dia bisa mengantongi hasil yang lumayan besar. Modal yang dikeluarkan untuk berdagang mencapai Rp. 60 juta dan tidak hanya membuka lapak di Wonosobo namun juga dibeberapa kota seperti Purwokerto dan Banjarnegara.

Dirinya mengatakan kebanyakan pembeli berasal dari lingkungan RT, RW maupun perkantoran yang ada di seputaran Wonosobo. Omzet tahun ini menurut Dudung lebih besar daripada tahun kemarin, karena masih ada pembatasan kegiatan sebagai dampak Covid 19. Meski begitu selama pandemi dirinya tetap berjualan bendera bersama teman temannya yang lain, namun tidak sebanyak sekarang jumlahnya.

Halaman:

Editor: Agus Hidayat

Sumber: Liputan

Tags

Terkini

X