• Selasa, 27 September 2022

Polda Jateng Gagalkan Pengiriman Sabu dari Malaysia

- Jumat, 16 September 2022 | 05:29 WIB
Ilustrasi tentang Narkoba
Ilustrasi tentang Narkoba

SABAKOTA.ID SEMARANG - Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Tengah menggagalkan pengiriman paket narkotika jenis sabu-sabu seberat 3,5 kilogram dari Malaysia dengan tujuan Jawa Timur.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah Kombes Pol Luthfi Martadian kepada wartawan di Semarang, Kamis (15/9/2022), mengatakan upaya pengiriman sabu-sabu kali ini menggunakan modus berbeda untuk mengelabuhi petugas.

Paket sabu yang disamarkan dalam paket berisi pigura itu dikirim kepada dua alamat berbeda di Kabupaten Nganjuk dan Tulungagung, Jawa Timur.

Baca Juga: Viral ! Video Oknum ASN Kabupaten Sinjai Tendang Sepeda Motor Wanita Hingga Terjatuh

Masing-masing paket yang berisi sabu 1,7 kilogram dan 1,8 kilogram itu dikirim dari Malaysia melalui jalur laut di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

"Kedua paket itu diambil oleh orang yang sama untuk selanjutnya dibawa ke Madura," kata Luthfi.

Ia menjelaskan pengungkapan kasus pengiriman 3,5 kilogram sabu itu bermula dari kecurigaan petugas Bea dan Cukai Semarang terhadap dua barang kiriman dari Malaysia dengan tujuan Nganjuk dan Tulungagung pada awal September 2022.

Baca Juga: DPRD DKI Jakarta Telah Sepakati Tiga Nama Calon Pengganti Anies Baswedan

Dari pemeriksaan menggunakan mesin X-ray, diketahui dalam paket barang kiriman itu terdapat empat bingkai pigura kaligrafi dan serbuk kristal diduga sabu-sabu.

Setelah dilakukan control delivery, lanjut Luthfi, petugas Ditreskoba Polda Jateng kemudian menangkap tiga orang yang bertugas mengambil paket tersebut di tempat tujuannya. Ketiga orang itu masing-masing HS (42), UK (36), dan KK (47) yang semuanya warga Kabupaten Sampang, Madura.

Baca Juga: Guru SD di Bekasi Dilarikan ke Rumah Sakit karena Burungnya Dipotong Sang Istri

Dari pengakuan HS, paket sabu-sabu tersebut dikirim oleh seorang perempuan yang dikenalnya saat bekerja sebagai tukang bangunan di Malaysia.

"Untuk mengambil kiriman paket sabu-sabu tersebut, para tersangka dijanjikan upah sebesar Rp50 juta," ungkap Luthfi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 132 ayat 1 jo pasal 114 ayat 1subsider pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.**

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Antara Jateng

Tags

Terkini

Dedi Mulyadi Digugat Cerai Anne Ratna Mustika

Jumat, 23 September 2022 | 08:25 WIB

8 Anak Di Bawah umur Jadi Korban Ekploitasi Seksual

Kamis, 22 September 2022 | 06:05 WIB
X