• Selasa, 27 September 2022

Polres Pamekasan Periksa 6 Orang terkait Insiden Pembakaran Truk Tembakau

- Minggu, 18 September 2022 | 06:48 WIB
Ilustrasi tembakau rajangan untuk rokok
Ilustrasi tembakau rajangan untuk rokok

SABAKOTA.ID PAMEKASAN - Aparat Polres Pamekasan, Jawa Timur, memeriksa sedikitnya enam orang terkait kasus pembakaran truk pengangkut tembakau Jawa oleh sekelompok orang tak dikenal yang terjadi di Lapangan Bulai, Pamekasan pada Kamis (15/9/2022).

"Keenam orang yang kita periksa itu semuanya berstatus sebagai saksi," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pamekasan Ajun Komisaris Polisi Eka Purnama menjelaskan tindak lanjut insiden pembakaran truk pengangkut tembakau di Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (16/9/2022).

Di antara enam orang yang diperiksa itu merupakan sopir truk serta sejumlah warga yang diduga mengetahui secara langsung insiden pembakaran truk pengangkut tembakau Jawa tersebut.

Baca Juga: MAH Jadi Tersangka Bantu Bjorka karena Motif Uang dan Ingin Terkenal

Kasus pembakaran truk pengangkut tembakau Jawa ini bermula saat dua truk bernomor polisi S 8413 D yang dikemudikan oleh Busro (45), warga asal Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, dan truk bernomor polisi S 9389 UF yang dikemudikan Supriyanto (40) warga Desa/Kecamatan Baureno, Bojonegoro, melintas di perempatan Jalan Asem Manis Pamekasan.

Tiba-tiba sekelompok orang mengendarai beberapa mobil pikap datang mendekat dan menghentikan laju truk yang mengangkut tembakau Jawa itu.

Massa selanjutnya menurunkan tembakau rajang yang diangkut truk bernomor polisi S 9389 UF, sedangkan truk bernomor polisi S 8413 D melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Keterlaluan, Nenek Tua Dipaksa Anaknya Jadi Pengemis

Namun, sesampainya di lapangan Desa Bulai, truk dibakar oleh massa, sedangkan truk bernomor polisi S 9389 UF meminta pengamanan dari amuk massa ke Mapolres Pamekasan.

Kasat Reskrim menjelaskan jumlah saksi yang akan diperiksa petugas kemungkinan masih bisa bertambah untuk melengkapi penyelidikan sebelum petugas menetapkan tersangka.

"Ini kami lakukan agar penyelidikan akurat dan petugas lebih berhati-hati dalam penyelidikan sebelum menetapkan tersangkanya," kata Eka.

Baca Juga: Koalisi Masyarakat Sipil Minta Presiden dan DPR Evaluasi KSAD karena Tidak Profesional

Aksi penghentian paksa truk pengangkut tembakau Jawa oleh sekelompok massa ini karena dikhawatirkan tembakau Jawa itu hendak dijadikan campuran tembakau Madura. Padahal di Pamekasan upaya itu dilarang.

Bahkan, Pemkab Pamekasan telah menetapkan Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengusahaan Tembakau Madura. Salah satu isinya, masyarakat dan pelaku usaha tata niaga tembakau dilarang memasok tembakau Jawa ke wilayah hukum Kabupaten Pamekasan sebagai campuran karena berpotensi merusak kualitas tembakau Madura.

"Fokus penyelidikan yang kami lakukan bukan perda, akan tetapi pada tindak pidana pembakaran ini," katanya.**

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Dedi Mulyadi Digugat Cerai Anne Ratna Mustika

Jumat, 23 September 2022 | 08:25 WIB

8 Anak Di Bawah umur Jadi Korban Ekploitasi Seksual

Kamis, 22 September 2022 | 06:05 WIB
X