• Minggu, 27 November 2022

Kalah di Persyaratan Pendidikan, 3 Bacalon Kades Beran Kepil Mengadu ke Komisi A

- Selasa, 27 September 2022 | 05:56 WIB
Ketua Komisi A DPRD Wonosobo Suwondo Yudhistiro menerima 3 bakal calon kepala desa Beran Kepil dan pendukungnya yang memprotes pembobotan penilaian bagi para calon, di Gedung DPRD Wonosobo, Senin 26 September 2022. (agus hidayat)
Ketua Komisi A DPRD Wonosobo Suwondo Yudhistiro menerima 3 bakal calon kepala desa Beran Kepil dan pendukungnya yang memprotes pembobotan penilaian bagi para calon, di Gedung DPRD Wonosobo, Senin 26 September 2022. (agus hidayat)

SABAKOTA.ID WONOSOBO Tiga orang bakal calon kepala desa Beran Kepil Wonosobo mengadukan persyaratan pemilihan kepala desa yang dirasa merugikan mereka. Disertai puluhan pendukungnya mereka diterima langsung oleh Ketua Komisi A, Suwondo Yudhistiro dan anggota, Senin 26 September 2022 di Gedung DPRD Wonosobo.

Dengan penjagaan ketat dari kepolisian, para bacalon tadi diantar oleh puluhan pendukungnya dan langsung menuju gedung DPRD Kabupaten Wonosobo.

Ketiga bakal calon kepala desa yang mengadu adalah Fatkurrohman, Agus Subiyanto dan Wintoro mengatakan pembobotan nilai yang dilakukan untuk para calon peserta pilkades sangat merugikan yang bukan berasal dari lulusan sarjana, karena bobot poin yang diberikan sangat njomplang.

Baca Juga: Polisi Lakukan Olah TKP Kebakaran Pasar Sentiong Tangerang

“Kami yang hanya lulusan SMP dan SMA merasa tidak adil dengan sistem ini. Poin untuk lulusan SMP hanya 6, SMA sebanyak 12. Sedangkan lulusan sarjana sebesar 24 dan S2 mencapai 30 poin. Artinya sekuat apapun nanti saya dan teman teman ini berusaha tidak akan menyaingi mereka mendapatkan tiket pilkades,” ujar Wintoro yang lulusan SMA.

Penilaian tambahan untuk bacalon kades meliputi Pengabdian, Pendidikan, Usia dan Ujian Tertulis. Faktor pengabdian dan Pendidikan memiliki bobot tertinggi yakni 40 poin untuk pengabdian dan 30 untuk Pendidikan.

“ Bacalon yang  belum memiliki pengabdian di desa bisa mendapatkan nilai tinggi karena mereka lulusan S2. Ibaratnya dengan duduk manis saja sudah dipastikan mendapatkan tiket maju pilkades,” ujar Fatkhurrohman, calon lainnya.

Ketiga bacalon tadi juga mengatakan sudah sejak setahun ini mereka melakukan usaha untuk mensosialisasikan diri ke warga dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Namun dua hari menjelang penutupan, bacalon yang berijazah S1 dan S2 berbondong bonding mendaftar, bahkan ada sepasang suami isteri yang ikut mendaftar.

Baca Juga: Aktivitas Pembuatan Sumur Bor Akibatkan Semburan Lumpur Setinggi 30 Meter

Ketidakpercayaan terhadap panitia pilkades, pemerintahan desa dan BPD juga dilontarkan mereka karena dinilai tidak dalam posisi netral serta memiliki agenda tersembunyi dengan masuknya bacalon berijazah S1 dan S2. Salah satunya adalah untuk menggagalkan pencalonan para bacalon non sarjana.

Halaman:

Editor: Agus Hidayat

Sumber: liputan

Tags

Terkini

Truk Oleng, 7 Sepeda Motor Jadi Korban

Kamis, 24 November 2022 | 06:35 WIB

Cabuli Anak-anak, Tukang Cukur Digelandang Polisi

Senin, 21 November 2022 | 08:59 WIB

Yunita Dyah Suminar Dilantik Jadi Pj Bupati Cilacap

Senin, 21 November 2022 | 07:20 WIB
X