• Senin, 23 Mei 2022

Mengenal Cagar Budaya Benteng Van Der Wijck. Benteng Unik Berbentuk Segi Delapan

- Minggu, 19 Desember 2021 | 07:39 WIB
Benteng Van Der Wijck di Kebumen sebagai bagunan cagar budaya
Benteng Van Der Wijck di Kebumen sebagai bagunan cagar budaya

SABAKOTA,ID - VAN DER WIJCK adalah nama sebuah benteng peninggalan penjajah Belanda yang telah berusia ratusan tahun.  Hingga kini benteng tersebut masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu obyek wisata paling populer di Kabupaten Kebumen.

Bangunan benteng tersebut berdenah segi delapan, berlantai 2 dengan tinggi 10 meter, dan memiliki empat pintu masuk yang terletak pada keempat penjuru mata angin dengan pintu utama terletak di sisi barat daya. Bangunan benteng ini memiliki dinding setebal 1,4 meter.

Pada lantai pertama Benteng Van Der Wijck terdapat empat pintu masuk dan 16 ruangan besar yang masing-masing berukuran 18 m x 6,5 m serta juga terdapat 27 ruangan lain berbeda ukuran. Pada lantai pertama terdapat 72 jendela dengan 63 pintu penghubung dan pintu keluar, serta terdapat 8 tangga menuju lantai dua serta 2 tangga darurat.

Baca Juga: Tujuh Hari Dinyatakan Hilang, Akhirnya Lukman Hakim Ditemukan dalam Keadaan Tidak Bernyawa

Pada lantai dua terdapat 70 pintu penghubung, 84 jendela, 16 ruang yang berukuran besar masing-masing berukuran 18 m x 6,5 m, 25 ruang yang berukuran kecil, dan terdapat 4 tangga menuju atap. Benteng Van der Wijck memiliki atap yang berbentuk piramid yang terbuat dari bata merah, berbetuk seperti bertingkat yang berukuran 3 m x 3 m x 1,5 m dan terdapat dua ventilasi.

Selain benteng, terdapat bangunan lain sebagai unsur-unsur pendukung seperti penjara, garasi, barak prajurit, bangunan logistik perkantoran, rumah sakit dan kompleks makam Belanda.

Baca Juga: Lumpia Semarang Paduan Cita Rasa Thionghoa-Indonesia

Sebelum menjadi sebuah benteng, di tempat itu dahulu merupakan sebuah kantor Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Gombong. Bangunan kantor tersebut kemudian diubah menjadi benteng pada tahun 1818 sesuai dengan informasi yang ada di dalam benteng. Pembangunan dilakukan di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip baron van der Capellen.

Dalam sumber lain dinyatakan jika benteng ini mulai dibangun pada tahun 1844. Benteng dibangun oleh Frans David Cochius dan selesai dibangun pada tahun 1848. Benteng ini kemudian diberi nama Benteng Cochius. Frans David Sochius merupakan perwira tentara Belanda yang juga ahli tentang bangunan benteng.

Halaman:

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: cagarbudaya.kemendikbud.go.id

Tags

Terkini

STP UGM Raih Penghargaan Internasional

Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:12 WIB
X