• Senin, 23 Mei 2022

Garin Nugroho : Kanal Indonesiana Ekosistem Baru untuk Jaga Keberlanjutan Budaya

- Rabu, 29 Desember 2021 | 08:44 WIB
Sutradara dan produser Garin Nugroho
Sutradara dan produser Garin Nugroho

SABAKOTA.ID JAKARTA - Sejumlah seniman menagpresiasi upaya Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang telah meluncurkan Kanal Indonesiana.

Sarana ini selain sebagai wadah ekspresi seni budaya bagi ekosistem budaya, juga berperan sebagai alternatif hiburan masyarakat pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di rumah. Masyarakat dapat menikmati tayangan tersebut dengan mengakses IndiHome, di 200 untuk SD, dan 916 untuk HD-nya, atau streaming di: Indonesiana.TV.

Baca Juga: Hadapi Thailand di Laga Final Leg 1, Timnas Indonesia Kehilangan 2 Pemain Andalannya
 
Hal ini disampaikan Sutradara, Penulis Naskah, dan Produser Garin Nugroho, yang menilai bahwa Kanal Indonesiana dapat menjadi ruang keluarga digital untuk menyaksikan warisan budaya hidup dalam ekosistem baru, dengan teknologi-teknologi baru yang terus  berkembang untuk mendukung keberlanjutan budaya.
 
Kanal Indonesiana adalah ekosistem yang harus diperkenalkan kepada keluarga-keluarga Indonesia. Di era ini, Kanal Indonesiana dapat menjadi suatu kanal Merdeka Belajar Keluarga Indonesia, wahana di mana seni dan festival bisa dinikmati keluarga Indonesia lewat internet,” ucap Garin sebagaimana dikutip dari laman resmi kemendikbud.go.id, 24/12/2021 lalu.

Baca Juga: Dalam Sehari Presiden Joko Widodo Resmikan Dua Bendungan di Sulawesi Tenggara dan Jateng
 
Garin juga mengatakan bahwa kedepan Kanal Indonesiana akan menjadi perpustakaan besar yang nilainya amat tinggi.
 
Garin menilai, Kemendikbudristek telah berhasil memantik pemberdayaan kebudayaan di Indonesia. Bentuknya beragam, seperti mentoring dan lokakarya.
 
“Keduanya menciptakan suatu jaringan yang menghidupi kesenian di era pandemi. Kanal Indonesiana menjadi suatu sistem dan oase agar komunitas-komunitas seni punya ruang pembelajaran baru,” ungkap Garin.

Baca Juga: Lesty Kejora Melahirkan Prematur, Rizky Billar Buka Suara
 
Berikutnya, guru sekaligus Pemenang Lomba Cipta Lagu Tradisi Nusa Tenggara Timur, Simon Lakimbeli, mengakui keikutsertaannya pada lomba itu sangat ia syukuri. Ia bangga ketika karyanya dapat dikenal publik melalui Lomba Cipta Lagu Tradisi NTT.

“Bagi yang belum berkarya, mari segera bergerak. Bagi yang sudah berkarya, teruslah mengasah kepekaan. Karena warisan budaya sangat banyak dan kaya di sekeliling kita,” ajak Simon.
 
Semangat Simon melestarikan budaya NTT awalnya didasari kegelisahan melihat anak-anak di daerahnya lebih menyukai kesenian dari barat. Ia melihat peluang untuk melestarikan bahasa daerah kepada generasi muda lewat lagu.

Baca Juga: Positif Covid-19, Remaja Australia Usia 19 Tahun Tetap Nekat Dugem

“Lagu adalah wadah paling baik dan efektik untuk mengenalkan budaya. Contohnya adalah lagu saya yang menang itu, terdiri dari rangkaian puisi adat, bukan bahasa sehari-hari. Rangkaian puisi adat ini saya buatkan ke dalam lagu. Ketika lagu ini didengar anak-anak, mereka jadi terbiasa menyanyikannya,” urai Simon penuh keyakinan.
 
Selanjutnya, pegiat musik dan budaya serta Pelaksana Forum Manajemen Training Indonesia (FMTI) Danau Toba, Ojax Manalu, mengapresiasi keterlibatan Kemendikbudristek merespon komunitas-komunitas di daerah.

Baca Juga: Gagal di Piala AFF 2020, Pelatih Singapura Putuskan Mundur

Halaman:

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: kemendikbud.go.id

Tags

Terkini

STP UGM Raih Penghargaan Internasional

Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:12 WIB
X