• Senin, 23 Mei 2022

Pulau Kemaro Menyimpan Legenda Cinta Tan Bun An dan Siti Fatimah

- Minggu, 2 Januari 2022 | 08:11 WIB
Pulau Kemaro Palembang, destinasi wisata sejarah
Pulau Kemaro Palembang, destinasi wisata sejarah

SABAKOTA.ID - JIKA berkunjung ke Kota Palembang, usai mencicipi kulinernya yang nikmat dan lezat. Tidak salahnya jika berwisata ke Pulau Kemaro yang tersohor di Kota Palembang. Setiap tahunnya, pulau di tengah Sungai Musi ini menjadi tujuan ratusan ribu orang dari sejumlah daerah setiap perayaan Cap Go Meh atau bulan purnama pertama setelah Imlek.

Pulau Kemaro berada di tengah Sungai Musi, dan menjadi salah satu tempat wisata favorit di Kota Palembang. Pulau Kemaro terkenal dengan sebuah tempat yang melegenda karena ceritanya yang  unik dan istimewa.

Pulau Kemaro berada tak jauh dari Jembatan Ampera, yaitu berjarak sekitar 6 km, sehingga akses menuju Pulau Kemaro sangat mudah. Wisatawan dapat menempuh perjalanan ke Pulau Kemaro dari Dermaga Benteng Kuto Besak dengan menyewa perahu dengan berbagai ukuran sesuai kapasitas. Perjalanan dengan kapal menyusuri Sungai Musi ke Pulau Kemaro ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Kapal yang disewa sudah termasuk perjalanan pulang – pergi, kapal yang disewa akan menunggu wisatawan selama kunjungan ke Pulau Kemaro dan akan mengantar kembali ke Dermaga.

Baca Juga: Progres Pengerjaan Flyover Patih Galung Capai 52 Persen, Akhir 2022 Selesai

Pulau Kemaro berasal dari kata ‘Kemarau’, karena pulau ini tidak pernah tenggelam atau terendam meskipun air Sungai Musi sedang pasang. Saat menginjakkan kaki di Pulau Kemaro, para wisatawan dapat merasakan nuansa unik karena dilengkapi dengan situs sejarah, seperti Pagoda yang berlantai sembilan, pohon cinta dan makam Siti Fatimah, juga Klenteng Hok Tjing Rio. Pulau Kemaro yang terbentuk ditengah  Sungai Musi ini memiliki pesona dan keindahan yang cantik dan misterius.

Asal mula Pulau Kemaro, yakni  dari kisah yang melegenda, kisah cinta antara Tan Bun An seorang Kaisar dari Tiongkok dengan Siti Fatimah  putri Palembang yang cantik. Cinta keduanya harus pupus di tengah Sungai Musi, hanya karena kemilau harta. Tan Bun An harus terjun ke tengah sungai untuk menyelamatkan hartanya yang dibuang ke sungai. Melihat sang calon terjun ke sungai Siti Fatimahpun ikut terjun hingga keduanya tenggelam dan pada ahirnya timbullah daratan di tengah Sungai Musi sebagai bukti cinta mereka.

Baca Juga: Ditinggal Liburan Tahun Baru, Rumah Hangus Terbakar

Pengunjung biasanya datang ke sini untuk sembahyang, dan mengunjungi makam dari tokoh kisah cinta tersebut, yaitu makam Tan Bun An, Siti Fatimah, dan para prajuritnya.

Saat ini dibangunnya Pagoda yang cantik, menjadi salah satu daya tarik Pulau Kemaro. Pagoda dengan 9 lantai yang dibangun pada 2006 ini indah menjulang tinggi. Pagoda ini merupakan bagian dari Klenteng Hok Tjing Rio yang dibangun pada 1962. Klenteng ini juga sering digunakan pada perayaan Imek dan Cap Go Meh. Pagoda ini memiliki gaya arsitektur yang sangat kental dengan budaya Tionghoa, sangat menarik, cantik dan cocok untuk dijadikan latar foto medsos.

Di sudut Pulau Kemaro terdapat pohon yang disebut dengan Pohon Cinta, yang disebut sebagai lambang kisah cinta abadi dari Tan Bun An dan Siti Fatimah, yang menjadi kisah legenda dari Pulau ini. Masyarakat setempat juga mempercayai bila ada pasangan yang datang bersama dan menulis nama mereka pada pohon tersebut, maka cinta pasangan tersebut akan abadi. Akibatnya keberadaan Pohon Cinta terancam.

Halaman:

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

STP UGM Raih Penghargaan Internasional

Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:12 WIB
X