• Sabtu, 20 Agustus 2022

Es Semanggi, Minuman Jadul antar Generasi yang Masih bertahan di Magelang

- Jumat, 14 Januari 2022 | 08:35 WIB
Depot Es Semanggi di Magelang selalu laris melayani pembeli yang ingin menikmati minuman jadul yang masih menarik minat penggemarnya. (instagram essemanggi)
Depot Es Semanggi di Magelang selalu laris melayani pembeli yang ingin menikmati minuman jadul yang masih menarik minat penggemarnya. (instagram essemanggi)
APA yang diingat saat disebut nama Magelang di pikiran anda ? Gethuk, tahu kupat, atau Gunung Tidar ? Jawaban itu betul karena memang semuanya ada di kota Magelang, sebuah kota kecil yang berada di tengah tengah Provinsi jawa Tengah.

Namu ada satu kuliner lagi yang tidak boleh dilupakan. Es Semanggi namanya. Sebuah minuman yang sudah ada sejak lama namun tetap menjadi buruan para pecinta kuliner saat mengunjungi kota ini.

Es Semanggi saat ini bisa didapatkan di kios Bernama Depot Es Semanggi yang berada di parkiran sebuah pertokoan modern yang ada di pusat kota Magelang.
 

Meski sederhana bentuknya, namun kios ini tidak pernah sepi dari pengunjung yang ingin menikmati es jadul tersebut.

Dilansir pada laman  rri.co.id, depot es semanggi tersebut setiap harinya buka mulai pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB dan menyajikan aneka minuman segar.
 
Paling tidak ada  19 varian minuman es yang bisa dinikmati. Namun, dari 19 varian tersebut, empat diantaranya menjadi menu favorit bagi para pelanggannya, yakni es pleret, es coklat pleret, es coklat roti dan es susu pleret.
 

Di beberapa tempat dikenal dengan nama ‘Gempol’, yakni semacam cendol yang terbuat dari tepung beras yang sebelumnya telah diolah dan berbentuk silinder.

Untuk menu es pleret tersebut, dimasukan ke dalam gelas dan ditambah dengan es batu,  sirup warna merah, dan terakhir diberi santan serta ditaburi dengan irisan roti tawar.
 

Ratna, pengelola  Depot Es Semanggi mengatakan, kedai es itu  merupakan  usaha turun-temurun yang  dulunya ditangani kakeknya sejak tahun 1960 –an. Sekarang usaha tersebut terus dilestarikan ke generasi ketiga.

“Usaha minuman es ini merupakan usaha turun temurun dari kakek,”kata Ratna.

Ia mengatakan, dulu kakeknya berjualan di depan Klenteng Liong Hok Bio Magelang dan kemudian di sekitar tahun 1980-an, tempat usaha tersebut berpindah di dekat bioskop Magelang Theatre dan hingga saat ini berada di bawah basement parkiran toko modern yang ada di Kampung Losmenan.
 

Ratna mengaku,  meski merupakan generasi ketiga dari usaha Es Semanggi, tetapi ia masih menggunakan resep yang diwariskan oleh kakeknya. Sehingga,  cita rasa es tersebut tidak jauh berbeda dengan resep dari pendahulunya.

“Resep yang digunakan juga merupakan resep warisan dari kakek. Yakni, untuk pemanis dengan mengunakan gula pasir dan pewarna sirup dengan pewarna makanan,”ujarnya.
 

Harga satu gelas es Semanggi tersebut sangat terjangkau untuk kantong para pembeli dan bervariatif  berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp7.000 per gelas.

“Harganya sangat murah, mulai dari Rp5.000 hingga Rp7.000 per gelasnya. Yang paling mahal itu untuk es coklat,” imbuhnya.
 

Ketika ditanya tentang nama “Semanggi” untuk kedai es yang dikelolanya, Ratna menjelaskan, sebenarnya saat kakeknya berjualan dulu tidak ada namannya, melainkan hanya es pleret.

"Depot es dulunya tidak ada namanya. Kata mbah kakung, nama semanggi itu yang beri nama pelanggan asal Magelang yang berdinas sebagai tentara dan dinasnya di sekitar Jembatan Semanggi Jakarta. Terus dikasih nama Semanggi alasanya karena dinasnya di Semanggi," ujarnya. **
 

Editor: Otang Fharyana

Sumber: rri.co.id, Instagram essemanggi

Tags

Terkini

6 Cara Meremajakan Kulit agar Tampak Awet Muda

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:40 WIB

Ini di Dunia Bukan di Surga

Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:07 WIB
X