• Selasa, 27 September 2022

UNSOED Purwokerto Kukuhkan 3 Profesor Baru, Satu Diantaranya Ahli Teknologi Beton

- Jumat, 29 Juli 2022 | 08:07 WIB
Tiga profesor baru bersama Rektor UNSOED Purwokerto
Tiga profesor baru bersama Rektor UNSOED Purwokerto

SABAKOTA.ID PURWOKERTO - Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) kembali mengukuhkan tiga profesor baru yaitu Prof. Dr. Triana Setyawardani, S.Pt., MP sebagai profesor Bidang Ilmu Teknologi Hasil Ternak; Prof. Dr. Eng Agus Maryoto, ST., MT sebagai Profesor Bidang Ilmu Teknologi Beton; dan Prof. Dr. Ir. Tamad, M.Si Sebagai Profesor Bidang Ilmu Tanah, Kamis (28/7/2022). 

Ketiganya tercatat sebagai profesor ke-86, ke-87 dan ke-88 di Unsoed. Untuk Prof. Triana Setyawardani menjadi profesor ke-22 di Fakultas Peternakan; Prof. Agus Maryoto sebagai profesor ke-3 di Fakultas Teknik; dan Prof. Tamad merupakan profesor ke-11 pada Fakultas Pertanian. 

Rektor UNSOED Prof Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr dalam sambutannya mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sebagai sebagai tempat yang nyaman untuk memantik lahirnya kebaruan ilmu pengetahuan yang selaras dengan perkembangan dan kebutuhan zaman.  

Baca Juga: Akibat Pelanggaran Berat, Kopda Muslimin Dimakamkan Tidak Secara Militer

Kampus menjadi ruang perjumpaan antara dunia ideal dan dunia realitas, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi jembatan sekaligus sarana untuk menjadikannya sebagai sesuatu yang nyata. 
 
"Peran strategis tersebut tentunya menjadi sesuatu di mana UNSOED harus hadir dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari semangat berperan serta dalam menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sesuatu yang memiliki nilai kemanfaatan bagi kehidupan masyarakat," kata Rektor. 

Rektor menyampaikan pemikiran ketiga profesor yang baru saja dikukuhkan sungguh membesarkan hati para insan perguruan tinggi, karena tidak saja melahirkan kebaruan gagasan, melainkan senantiasa mengkontekstualisasikan pada dinamika kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Mardani Maming Akhirnya Dijebloskan ke Tahanan KPK Usai Menyerahkan Diri

Prof. Dr. Triana Setyawardani, S.Pt.,MP dalam orasi ilmiahnya menyampaikan materi dengan judul Pengembangan Keju Lokal Sebagai Pangan Fungsional. 

Disampaikan pengembangan keju lokal sebagai pangan fungsional merupakan upaya untuk menghasilkan produk pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan zat-zat gizi makro, tetapi juga menghasilkan produk pangan yang mengandung komponen bioaktif yang secara fisiologis dapat meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh. Komponen bioaktif dapat berupa probiotik, peptida bioaktif, dan juga fitokimia dari berbagai jenis herbal.

"Pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berakhir dan oleh karena itu upaya untuk selalu menjaga ketahanan tubuh menjadi sangat penting. Pengembangan keju yang berbasiskan sumberdaya lokal juga akan mendorong dihasilkannya produk keju olahan di Indonesia yang hingga saat ini, sebagian besar, masih dipasok oleh produk impor," kata Prof Triana.

Baca Juga: Korban Harus Berani Lapor Agar Pelecehan Seksual dan Perundungan Tidak Meningkat

Prof. Dr. Eng Agus Maryoto, ST., MT menyampaikan judul Calcium Strearate Membuat Beton Menjadi Lebih Kedap Air. Disampaikan bahwa penggunaan calcium stearate telah membuktikan bahwa kekedapan beton terhadap air dapat ditingkatkan, sehingga serangan korosi pada tulangan beton dapat diminimalkan. 

Aplikasi calcium stearate pada beton diharapkan bisa meningkatkan umur layan bangunan sipil yang terbuat dari beton bertulang ataupun beton prategang. Efisiensi penggunaan uang negara bisa dilakukan dengan diketahuinya pengaruh positif  pada beton. 

Baca Juga: Hasil Penelitian, pada 2022 telah Ditemukan 50 Mutasi Strain Baru Monkeypox

Sedangkan Prof. Dr. Ir Tamad, M.Si menyampaikan orasi berjudul Masya Allah Mikroba Juga Berkomunikasi. Disampaikan rekayasa komunikasi mikroba bermanfaat berupaya untuk mempercepat dan meningkatkan ekspresi efektifitasnya, sedangkan pada mikroba yang merugikan berupaya untuk menghambat ekspresi efektifitasnya.

Penerapan pernyataan kedua merupakan alternatif penanggulangan atau pencegahan munculnya patogen atau penyakit. Upaya mempercepat atau meningkatkan ekspresi efektifitas mikroba bermanfaat merupakan usaha positif antara lain pada mikroba agensia pupuk hayati atau pestisida hayati. 

"Mikroba fosfat bermanfaat untuk meningkatkan ketersediaan fosfor pada tanah rendah ketersediaan fosfor antara lain Andisol. Efektifitas mikroba dalam pupuk organik yang diperkaya ditingkatkan dengan menambahkan sumber makanan dan sumber sinyal quorum sensing," kata Prof Tamad. **

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: unsoed.ac.id

Tags

Terkini

8 Macam Obat Diabetes agar Kadar Gula Darah Tetap Stabil

Minggu, 25 September 2022 | 07:45 WIB

Resep Butter Rice yang Gurih dan Wangi, Cuma 3 Steps!

Minggu, 18 September 2022 | 11:28 WIB

Berjalan Kaki di Alam Bebas Baik untuk Penurunan Stres

Minggu, 18 September 2022 | 11:12 WIB

7 Manfaat Minyak Jintan Hitam untuk Kesehatan

Minggu, 18 September 2022 | 11:00 WIB

Mau Umur Panjang? Ikuti Rekomendasi Berikut Ini

Sabtu, 17 September 2022 | 05:48 WIB

5 Standar Kesuksesan Diri Bagi Sebagian Besar Cowok

Jumat, 16 September 2022 | 14:47 WIB

DCF 2022 Sukses, Ganjar Ingin Even Makin Mendunia

Selasa, 6 September 2022 | 06:27 WIB

Adila Minta Ganjar Pranowo Potong Rambut Gimbalnya

Senin, 5 September 2022 | 15:35 WIB

Pola Tidur Sehat Bisa Kurangi Resiko Kardiovaskular

Minggu, 4 September 2022 | 08:22 WIB
X