• Selasa, 31 Januari 2023

Tradisi Bulan Suro Dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa. Apa Saja ?

- Sabtu, 30 Juli 2022 | 07:42 WIB
Kebo bule, yang menjadi ikon peringatan malam 1 Suro di Kraton Surakarta. (portal jember PRMN)
Kebo bule, yang menjadi ikon peringatan malam 1 Suro di Kraton Surakarta. (portal jember PRMN)

SABAKOTA.ID- 1 Suro adalah hari pertama dalam tahun baru penanggalan Jawa dan bertepatan dengan tanggal 1 Muharam dalam penanggalan Hijriah.

Bagi masyarakat Jawa, malam 1 Suro memiliki makna yang istimewa dan banyak masyarakat  meyakini sebagai malam keramat.

Suro menjadi salah satu nama bulan kalender jawa diantara 12 bulan lainnya.

Adapun 12 bulan dalam kalender Jawa meliputi Suro, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkangidah, Besar.

Baca Juga: Mardani Maming Akhirnya Dijebloskan ke Tahanan KPK Usai Menyerahkan Diri

Bagi masyarakat Jawa, ada beberapa tradisi yang dilakukan pada bulan suro itu. Tradisi itu dikenal dengan istilan Suran.

Tradisi Suran telah mengakar di seluruh lapisan masyarakat Jawa tanpa mengenal golongan atas maupun golongan bawah.

Tradisi ini lama-kelamaan semakin menguat dan berkembang dalam berbagai bentuk.

Perkembangannya tetap bertumpu pada prinsip “samadi-sesirih-sesuci-sarasehan”.

Semadi artinya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesirih artinya tirakat atau mengendalikan diri. Sesuci artinya mensucikan diri maupun alat-alat perjuangan.

Halaman:

Editor: Agus Hidayat

Sumber: Pikiran Rakyat.com

Tags

Terkini

Utari Lukita Juara Lengger Idol Kabupaten Wonosobo

Sabtu, 24 Desember 2022 | 09:18 WIB

4 Poin Penting Pesan Natal Bersama KWI dan PGI

Selasa, 20 Desember 2022 | 06:46 WIB
X