• Minggu, 27 November 2022

900 Seniman dan Pelaku Budaya Terlibat dalam Festival Indonesia Bertutur di Kawasan Candi Borobudur

- Kamis, 8 September 2022 | 08:30 WIB
Kawasan Candi Borobudur (suara merdeka)
Kawasan Candi Borobudur (suara merdeka)

SABAKOTA.ID MAGELANG - Dalam rangka menyambut pelaksanaan sidang G20, sebanyak 900 seniman dan pelaku budaya terlibat dalam Festival Indonesia Bertutur di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada 7-11/9/2022 .

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi  (Kemendikbudristek) Ahmad Mahendra di Magelang, Rabu (7/9/2022) menyebutkan terdapat 116 karya pada festival ini, ada pertunjukan, karya video mapping, karya dari festival cahaya, seni rupa, dan sebagainya.

Dijelaskan mahendra bahwa Festival Indonesia Bertutur ini mengambil tema "Mengalami Masa Lalu Menumbuhkan Masa Depan", jadi memang untuk Indonesia berkelanjutan, untuk budaya berkelanjutan.

Baca Juga: DCF 2022 Sukses, Ganjar Ingin Even Makin Mendunia

Indonesia bertutur 2022 mengambil di 20 situs dari masa prasejarah sampai masa Majapahit.

Direktur Festival Indonesia Bertutur 2022, Taba Sanchabakhtiar mengatakan Indonesia bertutur 2022 memadukan masa lalu dan masa depan, menunjukkan bahwa warisan budaya bisa ditampilkan secara menarik dengan menggabungkan budaya dan teknologi.

Ia mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dengan skala yang masif, tampilan karya-karya seni dengan pendekatan modern ini diharapkan bisa membuat cagar budaya Indonesia tidak hanya menjadi pengisi buku sejarah, tetapi bisa menjadi sumber edukasi, sumber inspirasi dan bahkan pengalaman baru bagi generasi muda.

"Indonesia bertutur 2022 dapat menjadi salah satu media baru bagi perkembangan seni budaya di Indonesia," katanya.

Baca Juga: Pola Tidur Sehat Bisa Kurangi Resiko Kardiovaskular

Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2022 Melati Suryodarmo menjelaskan Indonesia bertutur 2022 hadir setelah melalui tahapan yang panjang, melibatkan ratusan seniman dari berbagai penjuru tanah air dan juga mengundang seniman dari luar negeri.

Hal ini dimaksudkan agar bisa menghadirkan festival seni yang mampu menggugah generasi muda untuk lebih peduli pada pengalaman masa lalu nusantara.

Menurut dia proses kurasi dengan sangat ketat dan panjang.

"Kami sudah bekerja sejak tahun lalu dengan melalui lokakarya cipta, kemudian dengan temu seni. Harapan kami festival ini semoga menjadi peristiwa kebudayaan dengan format yang kekinian, membuka pada inovasi-inovasi karya baru yang menggabungkan antara kerja kreatif seni, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan," demikian Melati Suryodarmo.**

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Antara Jateng

Tags

Terkini

Subvarian Omicron XBB telah Terdeteksi di 35 Negara

Sabtu, 12 November 2022 | 10:43 WIB

Memberi Anak Obat Puyer dengan Madu, Bolehkah?

Minggu, 6 November 2022 | 08:53 WIB

Memahami Efek Samping Etilen Glikol pada Ginjal

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 08:17 WIB

Gas Air Mata dan Dampaknya bagi Kesehatan

Minggu, 16 Oktober 2022 | 07:19 WIB

Jangan Sepelekan Daun Mimba. Diabetes Bisa Disembuhkan

Minggu, 16 Oktober 2022 | 07:04 WIB

Sakit Asam Urat? Berikut Obat Untuk Anda

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 14:27 WIB

8 Macam Obat Diabetes agar Kadar Gula Darah Tetap Stabil

Minggu, 25 September 2022 | 07:45 WIB

Resep Butter Rice yang Gurih dan Wangi, Cuma 3 Steps!

Minggu, 18 September 2022 | 11:28 WIB

Berjalan Kaki di Alam Bebas Baik untuk Penurunan Stres

Minggu, 18 September 2022 | 11:12 WIB

7 Manfaat Minyak Jintan Hitam untuk Kesehatan

Minggu, 18 September 2022 | 11:00 WIB

Mau Umur Panjang? Ikuti Rekomendasi Berikut Ini

Sabtu, 17 September 2022 | 05:48 WIB

5 Standar Kesuksesan Diri Bagi Sebagian Besar Cowok

Jumat, 16 September 2022 | 14:47 WIB
X