• Selasa, 31 Januari 2023

Gas Air Mata dan Dampaknya bagi Kesehatan

- Minggu, 16 Oktober 2022 | 07:19 WIB
Polisi menembakkan gas air mata untuk menghalau suppoorter Arema yang bertindak anarkis. 127 orang meninggal dalam kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang (Portal Jember)
Polisi menembakkan gas air mata untuk menghalau suppoorter Arema yang bertindak anarkis. 127 orang meninggal dalam kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang (Portal Jember)

SABAKOTA.ID - GAS air mata umumnya digunakan untuk mengendalikan dan membubarkan massa, misalnya saat terjadi kerusuhan. Namun, paparan zat ini diketahui bisa menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan. Ketahui apa saja dampak yang bisa terjadi.

Walaupun ditujukan untuk mengendalikan situasi, tetapi sampai saat ini keamanan penggunaan gas air mata masih menjadi perdebatan. Ini karena gas air mata bisa membawa dampak negatif bagi kesehatan orang-orang yang terpapar, apalagi jika paparannya terlalu banyak dan dalam waktu yang lama.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Daun Mimba. Diabetes Bisa Disembuhkan

Gas air mata dibuat dari beragam senyawa kimia, seperti chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS). Selain itu, chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), dibenzoxapine (CR), juga bisa digunakan sebagai agen iritatif yang dapat digunakan untuk mengendalikan massa.

Gas air mata dirancang untuk menimbulkan iritasi sementara, khususnya pada bagian mata, mulut, kulit, tenggorokan, dan paru-paru. Dengan begitu, diharapkan kerusuhan bisa mereda.

Saat terpapar gas air mata, tingkat keparahan gejala yang bisa timbul tergantung pada beberapa faktor, seperti:

Baca Juga: 7 Bahaya Mengonsumsi Minuman dan Makanan Manis Berlebihan

Secara umum, sesaat setelah terpapar gas air mata, seseorang bisa mengalami beberapa atau bahkan semua gejala di bawah ini:

  • Mata merah, berair, terasa terbakar, dan penglihatan kabur
  • Muncul ruam atau kulit yang terasa terbakar dan melepuh
  • Hidung meler, bengkak, dan terasa terbakar
  • Mulut iritasi, terasa terbakar, diikuti dengan keluarnya air liur secara berlebihan atau sulit menelan
  • Batuk, sesak napas, napas pendek, mengi, dan muncul rasa tercekik

Jika dibiarkan dan tidak segera ditangani, gejala-gejala tersebut bisa semakin parah bahkan berisiko menyebabkan kondisi yang fatal.

Halaman:

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Alodokter.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Utari Lukita Juara Lengger Idol Kabupaten Wonosobo

Sabtu, 24 Desember 2022 | 09:18 WIB

4 Poin Penting Pesan Natal Bersama KWI dan PGI

Selasa, 20 Desember 2022 | 06:46 WIB
X