• Selasa, 31 Januari 2023

Perkembangan Halloween, dari Perayaan Religius Menjadi Perayaan Biasa

- Minggu, 30 Oktober 2022 | 20:09 WIB
Halloween perayaan religius yang sudah bertranformasi
Halloween perayaan religius yang sudah bertranformasi

SABAKOTA.ID - HALLOWEEN atau Hallowe'en (kependekan dari All Hallows’ Evening, yang berarti Malam Hari Semua Orang Kudus yang juga disebut sebagai AllhalloweenAll Hallows' Eve, atau All Saints' Eve.

Dalam perkembangannya, perayaan Halloween banyak dipengaruhi oleh berbagai kepentingan sehingga makin banyak terjadi perubahan dalam pemahaman dan juga perayaannya.

Saat ini, Halloween adalah suatu perayaan yang dapat dijumpai di sejumlah negara pada tanggal 31 Oktober, yaitu malam Hari Raya Semua Orang Kudus (All Hallows' Day) di Kekristenan Barat.

Baca Juga: Persembahan TikTok For You Stage Hadirkan Kolaborasi Apik Slank dan Malikoendang

Namun demikian, akar perayaan Halloween sangat beragam.  Ada yang berasal dari  festival Samhain yang dirayakan oleh bangsa Celtic kuno di Inggris dan Irlandia. Perayaan tersebut dilakukan pada 1 November, bertepatan dengan dimulainya periode musim dingin, tanggal kembalinya ternak dari padang rumput, dan kepemilikan tanah yang diperbarui.

Mereka yang merayakan festival tersebut percaya bahwa pada malam hari sebelum perayaan, yakni pada 31 Oktober, arwah orang-orang yang telah meninggal akan kembali mengunjungi rumah mereka.

Selain itu, mereka yang telah meninggal pada tahun itu juga diyakini melakukan perjalanan ke dunia lain. Saat itu dipercaya banyak roh jahat yang akan muncul kembali ke bumi untuk berkeliaran dan mengganggu bangsa Celtic.

Baca Juga: Pada Pagelaran Rhapsody Nusantara, Ganjar Dapat Kado Ultah Dari Christine Hakim dan Butet Kartaredjasa

Untuk menakuti roh jahat, orang-orang Celtic biasa menyalakan api unggun di puncak bukit. Tak hanya itu, agar terhindar dari ancaman roh jahat, mereka juga menggunakan topeng atau pakaian yang menyeramkan. Inilah yang kemudian membuat Halloween sangat identik dengan mahluk-mahluk menyeramkan seperti penyihir, hobgoblin, peri, dan iblis.

Kemudian, ketika Romawi berhasil menaklukkan bangsa Celtic pada abad ke-1 Masehi, mereka melebur tradisi perayaan Romawi dengan Samhain yang dilakukan oleh bangsa Celtic. Yakni festival Feralia yang dirayakan akhir Oktober untuk memperingati leluhur yang sudah mati, dan penghormatan terhadap Pomona, dewi panen orang Romawi.

Ada versi yang juga menyebutkan bahwa nama Halloween berasal dari All Hallows’ atau All Saints Day. Ini merupakan peringatan untuk menghormati orang-orang kudus atau suci.

Halaman:

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Utari Lukita Juara Lengger Idol Kabupaten Wonosobo

Sabtu, 24 Desember 2022 | 09:18 WIB

4 Poin Penting Pesan Natal Bersama KWI dan PGI

Selasa, 20 Desember 2022 | 06:46 WIB
X