Jelang Perayaan Imlek, Warga Tionghoa Lakukan Ritual Ayak Abu

- Minggu, 15 Januari 2023 | 11:11 WIB
Warga Tionghoa melakukan ritual ayak abu di klenteng masing-masing
Warga Tionghoa melakukan ritual ayak abu di klenteng masing-masing

SABAKOTA.ID JAKARTA - Jelang perayaan Imlek 2023, warga Tionghoa di Indonesia melakukan ritual ayak abu di setiap klenteng.  

ritual ayak abu itu dimaksudkan sebagai  upaya untuk membersihkan patung-patung yang berada di kelenteng, terutama pembersihan kimsin (patung) dan kikong (tuhan) yang ada di klenteng.

Begitupula dengan warga Tionghoa di Kota Tangerang. Mereka melakukan  ritual ayak abu di Vihara Nimmala Boen San Bio, Jalan KS Tubun, Kota Tangerang, Banten.

Baca Juga: Duel Grup Legendaris Deep Purple dan God Bless Bakal Digelar di Surakarta

Kegiatan membersihkan abu dupa di tempat pembakaran ini menjadi tradisi jelang perayaan tahun baru Imlek.

"Menjelang Imlek, selalu ada tradisi Ayak Abu di pembakaran dupa. Yakni pembersihan dengan diayak, lalu ditaruh lagi ke tempat semula," ujar Yuliyu, Ketua Umum Yayasan Vihara Nimmala Boen San Bio seperti dikutip RRico.id pada Minggu (15/1/2023).

Yuliyu mengaku, tradisi itu dipercaya abu yang dibersihkan itu dibawa para dewa untuk naik bertemu dengan Tuhan sebagai laporan amal umatnya. 

"Setelah tradisi Ayak Abu selesai, pada malamnya pukul 00.00 WIB, pengurus sembahyang dan mengantar dewa dan dewi ke langit," ucapnya.

Baca Juga: Ferry Irawan Ditetapkan sebagai Tersangka KDRT. Venna Melinda Akan Ajukan Gugatan Cerai

Tradisi itu merupakan gotong royong umat dengan pengurus vihara mengayak abu persembahyangan, yang berada di dalam tempat khusus setiap altar klenteng. 

"Abu yang sudah bersih, kemudian akan dibawa para dewa sebagai bahan laporan kepada Tuhan. Semoga akan membawa berkah," katanya.

Yuliyu menjelaskan, perayaan Imlek pada 2023 atau shio Kelinci ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, tidak ada lagi pembatasan umat untuk beribadah.

Baca Juga: Satu Keluarga di Kota Bekasi Keracunan Makanan, Dua Diantaranya Meninggal Dunia

"Karena ini sudah landai Covid-19, jadi kemungkinan besar umat yang ibadah mengucap syukur pergantian tahun akan lebih banyak. Juga akan lebih khidmat dibanding tahun lalu," imbuhnya.

Yuliyu menambahkan pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan membuat alur keluar masuk umat agar tidak terjadi penumpukan. 

Menurut Yuliyu, umat yang mendatangi Vihara Nimmala Boen San Bio tidak hanya berasal dari Tangerang Raya, melainkan dari Jabodetabek.**

‚Äč

Editor: Sarwanto Priadi

Sumber: RRI.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Enam Adab Berpuasa Menurut Imam al Ghazali

Jumat, 24 Maret 2023 | 04:19 WIB

Mengenal Sifat-Sifat Orang dengan Zodiak Pisces

Jumat, 10 Maret 2023 | 06:17 WIB

Leptospirosis Penyakit Zoonosis yang Berbahaya

Kamis, 9 Maret 2023 | 06:13 WIB
X